Contact Form

Name

Email *

Message *

Newsletter Pengusaha Muslim Indonesia

Add Comment

Newsletter Pengusaha Muslim Indonesia


Halal-Haram Bisnis Online

Posted: 24 Feb 2017 01:40 AM PST

Halal-Haram Bisnis Online

Anda yang mencari rezeki di dunia mata (online), ketahulah bahwa ada model bisnis online yang melanggar syariat. Agar tidak terjerumus ke kubangan harta haram, ketahuilah batasan penting agar bisnis online Anda berada di zona halal.

Oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi

Kemajuan teknologi informatika juga merambat ke perdagangan. Dulu, transaksi niaga hanya dapat dilakukan dengan menghadirkan kedua belah pihak yang bertransaksi dalam satu majelis. Sekarang, dengan jaringan Internet, jarak tidak lagi menjadi kendala untuk bertransaksi.

Transaksi seperti itu populer disebut jual-beli online. Transaksi dengan jaringan Internet ini berlangsung pada jual-beli barang/jasa, penukaran mata uang, penarikan uang tunai, pengiriman uang dan seabreg transaksi lainnya. Perbankan memanfaatkan kemajuan teknologi informatika untuk melayani para nasabahnya dengan lebih mudah, cepat dan nyaman.

Para ulama sepakat, transaksi barang dan uang yang disyaratkan secara tunai tidak boleh dilakukan melalui Internet, seperti jual-beli emas atau perak. Karena itu, tidak sah membeli emas atau perak melalui Internet dengan cara transfer uang ke rekening penjual, kemudian emas diterima pembeli beberapa waktu setelah uang ditransfer. Transaksi semacam ini termasuk riba nasi’ah (tukar-menukar barang ribawi yang ‘illatnya sama, dengan cara tidak tunai).

Dari Ubadah abin Shomit, Rasulullah Shalallaahu  'alaihi wa sallam bersabda: "(jual beli) emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya'ir (gandum kasar) dengan sya'ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, harus sama beratnya dan tunai."—HR Muslim

Berdasarkan hadits tersebut, seperti kita ketahui bersama, barang ribawi ada enam: emas, perak, kurma, gandum kasar, gandum halus, dan garam. Keenam barang ini dikelompokkan menjadi dua berdasarkan illatnya (fungsinya). Emas dan perak dianggap satu kelompok, karena fungsinya sama: alat tukar. Sedangkan empat sisanya masuk kelompok dua, dengan fungsi sama: bahan makanan. Tukar- menukar barang ribawi yang sama fungsinya, seperti emas dengan perak, atau uang, harus dilakukan tunai. Jika ada penundaan penyerahan, terjebak dalam larangan riba nasi’ah.

Namun jika barang dapat diserah-terimakan saat itu juga, diperbolehkan, seperti; penukaran mata uang asing melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Untuk mempermudah pemahaman, kita ilustrasikan: A memiliki tabungan berbentuk rupiah di salah satu bank di Indonesia. Saat A di luar negeri, ia membutuhkan dolar Amerika. A menarik uang tunai dolar AS dengan kartu ATM-nya di salah satu mesin ATM sebuah bank di negeri ia berada. Transaksi yang dilakukan A diperbolehkan dan tidak termasuk riba bai’ (jual-beli), karena yang terjadi penukaran rupiah dengan dolar, secara tunai.

Berdasarkan keputusan Majma’ Al Fiqh Al Islami (Divisi Fiqh Organisasi Kerjasama Islam/OKI) keputusan No. 52 (3/6) 1990, setelah menjelaskan kaidah dalam transaksi menggunakan sarana komunikasi modern, “Kaidah-kaidah yang telah disebutkan di atas tidak dapat diterapkan untuk akad nikah karena disyaratkan harus ada saksi, juga tidak dapat diterapkan untuk sharf (tukar-menukar mata uang, atau jual-beli emas dan perak) karena disyaratkan harus serah-terima barang dan uang secara tunai".—Jurnal Majma’ Al Fiqh Al Islami edisi VI jilid II hal 785

Untuk barang yang tidak disyaratkan serah terima secara tunai dalam transaksi, yaitu seluruh jenis barang, selain emas, perak dan mata uang, bisa di-transaksikan melalui internet. Hukumnya ini ditakhrij (diturunkan) dari kasus jual-beli melalui surat-menyurat.

Majma’ Al Fiqh Al Islami (Divisi Fiqh OKI) keputusan No. 52 (3/6) 1990—dalam Jurnal Majma’ Al Fiqh Al Islami edisi VI jilid II hal 785, juga memutuskan: “Apabila akad terjadi antara dua orang yang berjauhan, tidak berada dalam satu majelis dan satu dengan lainnya tidak saling melihat atau mendengar, sedangkan media perantara antara mereka adalah tulisan atau surat atau orang suruhan, sebagaimana hal ini dapat diterapkan pada faksmili, teleks dan layar komputer (Internet). Dalam hal ini akad berlangsung dengan sampainya ijab dan qabul kepada masing-masing pihak yang bertransaksi“.

Majma’ Al Fiqh Al Islami (divisi fiqh OKI) keputusan No. 52 (3/6) 1990 juga menyebutkan, Bila transaksi berlangsung dalam satu waktu sedangkan kedua belah pihak berada di tempat yang berjauhan, seperti yang diterapkan pada transaksi melalui telepon ataupun telepon seluler, maka akad ijab dan qabul yang terjadi adalah langsung, karena seolah-olah keduanya berada dalam satu tempat".

Dalam transaksi online, penyediaan aplikasi permohonan barang oleh pihak pemilik situs (penjual) merupakan ijab. Sedangkan pengisian dan pengiriman aplikasi yang telah diisi oleh pembeli merupakan qabul.

Penjelasan di atas masih meninggalkan satu masalah, bagaimana dengan status fisik barang yang diperjual-belikan, yang tidak dapat disaksikan pembeli langsung, namun hanya berupa gambar beserta spesifikasinya. Apakah ini mempengaruhi keabsahan jual-beli online?

Terkait masalah pembeli yang tidak dapat melihat barang secara langsung, namun hanya kriteria dan spesifikasi, masih diperselisihkan para ulama. Sistem transaksi semacam ini dianalogikan dengan bai’ alghaib ala shifat. Yaitu jual-beli barang yang tidak dihadirkan pada majelis akad, atau tidak dapat disaksikan langsung, seperti membeli barang dalam kardus/kotak yang isinya hanya dijelaskannya melalui keterangan.

Agar lebih sistematis mengupas hukum bai’ alghaib ala shifat pada transaksi online, kita perlu lebih dulu membedakan antara menjual barang milik sendiri dan menjualkan barang milik orang lain (makelar).

Menjual Barang Milik Sendiri

Ulama berbeda pendapat tentang keabsahan menjual barang milik pribadi secara online, yang sejatinya merupakan perselisihan mengenai hukum bai’ alghaib ala shifat.

Pendapat pertama: Tidak sah jual-beli barang yang tidak dihadirkan pada saat akad, sekali pun barang tersebut ada. Pendapat ini merupakan mazhab Syafi’i.

An Nawawi dalam Minhajut Thalibin, jilid II, hal 12 menulis, “Pendapat yang kuat dalam mazhab bahwa tidak sah bai’ alghaib ala shifat“. Pendapat ini berpegang pada riwayat dari Abu Hurairah bahwa "Nabi melarang jual beli Gharar."—HR Muslim

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang jual-beli yang mengandung unsur gharar, dan jual-beli barang yang tidak terlihat oleh mata. Sementara menjual dengan sekadar penjelasan melalui keterangan termasuk jual-beli gharar, karena objeknya tidak jelas.

Tanggapan: Tidak benar bai’ alghaib ala shifat termasuk jual-beli gharar. Karena sebuah objek barang bisa menjadi jelas melalui indera mata (melihat langsung), atau melalui indera yang lain. Adanya penjelasan spesifikasi barang melalui keterangan, baik dalam bentuk tulisan atau pun lisan tidaklah dianggap menyembunyikan barang. Sementara syariat menghukumi sama antara mengetahui sesuatu dan melihat langsung atau pun dengan sekadar uraian keterangan.

Allah berfirman, (yang artinya): “Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya“.—Al-Baqarah: 89
Dalam ayat di atas, Allah menghukumi orang Yahudi sebagai kafir karena keingkaran mereka terhadap Nabi Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Padahal  mereka telah mengetahui sifat-sifatnya dari penjelasan kitab mereka. Allah menghukumi sama antara pengetahuan melalui uraian keterangan dengan menyaksikan langsung.

Begitu juga sabda Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah seorang wanita yang bergaul dengan wanita lain, kemudian ia menceritakan ciri-ciri tubuh wanita tersebut kepada suaminya, seolah-olah suaminya melihat langsung wanita yang dia ceritakan”.—HR Bukhari

Hadits ini sangat tegas menyatakan sama antara penjelasan melalui keterangan dan cerita dengan melihat langsung.

Dengan demikian, penjelasan spesifikasi barang melalui keterangan dihukumi sama dengan melihat langsung dan tidak ada unsur gharar, karena barang sudah jelas, demikian dikemukakan Dr. Adil Syahin, dalam aqdut taurid; haqiqatuhu wa ahkamuhu fil fiqhil Islami jilid I, hal 296.

Pendapat kedua: bai’ alghaib ala shifat hukumnya sah. Pendapat ini merupakan mazhab mayoritas para ulama: Hanafi, Maliki dan Hanbali dalam Al Mausu’ah al Kuwaitiyah jilid IX, hal 16.

Dalil pendapat kedua adalah nash-nash yang menjelaskan bahwa hukum jual-beli pada dasarnya adalah boleh/halal. Seperti firman Allah, yang artinya: “Allah telah menghalalkan jual beli”.—Al-Baqarah: 275

Bai’ alghaib ala shifat termasuk jual-beli. Sementara hukum asal jual-beli adalah halal. Dengan demikian, bai’ alghaib ala shifat hukumnya halal.

Juga tidak ada hal-hal yang menyebabkan jual-beli ini menjadi haram sehingga hukumnya tetap pada kaidah dasar yaitu halal.

Wallahu a’lam, insyaaAllah pendapat kedualah yang lebih kuat, karena tidak ada hal yang mengubah hukumnya dari halal menjadi haram. Hanya saja perlu diingat, penjelasan spesifikasi haruslah jelas. Jika tidak, seperti seorang penjual mengatakan kepada pembeli: “Saya jual baju yang ada dalam kotak ini,” tanpa menjelaskan warna, ukuran, model, jenis dan hal-hal lain yang mempengaruhi harga barang, maka hukumnya haram karena termasuk jual beli gharar.

Penjual Online Tidak Memiliki Barang yang Ia Tampilkan

Para ulama sepakat, tidak sah hukum jual-beli jika pemilik situs tidak memiliki barang-barang yang ia tampilkan pada situsnya.

Sebagai ilustrasi, ada tiga pihak yang terlibat: A, pemilik barang X, B sebagai penjual online, dan C pembeli melalui Internet. Mula-mula C mengirim aplikasi permohonan barang X. B langsung menghubungi A, yang sesungguhnya sebatas untuk konfirmasi keberadaan barang tanpa melakukan akad jual-beli. Setelah B yakin barang ada, dia meminta C mentransfer uang ke rekeningnya. Setelah uang diterima, barulah B membeli barang X dari A, lalu mengirimkannya kepada C.

Akad jual-beli semacam itu tidak sah. Karena ia menjual barang yang bukan miliknya, dan hal ini mengandung unsur gharar. Sebab dia belum bisa memastikan pada saat akad berlangsung, apakah barang dapat dikirim kepada pembeli atau tidak?

Hal tersebut berdasarkan hadist yang diriwayatkan dari Hakim bin Hizam, dia berkata, "Wahai Rasulullah!Seseorang datang kepadaku untuk membeli suatu barang, kebetulan barang tersebut sedang tidak kumiliki, apakah boleh aku menjualnya kemudian aku membeli barang yang dia inginkan dari pasar? Maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, "Jangan engkau jual barang yang belum engkau miliki!" –HR Abu Daud; dishahihkan al-Albani

Untuk menghindari hal di atas dan agar jual-beli menjadi sah, pemilik situs dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Penjual (B) memberi tahu kepada setiap calon pembeli (C) bahwa penyediaan aplikasi permohonan barang bukan berarti ijab dari penjual (B).
  2. Setelah calon pembeli mengisi aplikasi dan mengirimkannya, B tidak boleh menerima akad jual-beli langsung, akan tetapi dia beli terlebih dahulu barang tersebut dari si A dan diantar ke tempat B, kemudian baru B dibolehkan menjawab permohonan C dan memintanya untuk transfer uang ke rekeningnya, lalu mengirimkan barang ke pembeli (C).
  3. Untuk menghindari kerugian akibat pembeli via Internet membatalkan niatnya selama masa tunggu, sebaiknya penjual online (B) meminta syarat kepada pemilik barang (A) bahwa ia berhak mengembalikan barang selama tiga hari sejak barang dibeli, ini yang dinamakan khiyar syarat.— http://www.islamqa.com

Jika langkah-langkah di atas diikuti, jual-beli menjadi sah dan keuntungannya pun halal. Wallahu’alam.***

Penulis adalah doktor Ushul Fiqh lulusan Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, KSA; aktif menulis, memberikan seminar, kajian, ceramah dan diskusi ilmiyah tentang Fiqh Muamalat di berbagai media

Tips Memilih Tempat Usaha Yang Tepat

Add Comment
Tips Memilih Tempat Usaha Yang Tepat
Posted: 15 Feb 2017 08:03 PM PST
Salah satu faktor penentu kesuksesan roda usaha adalah lokasi yang tepat. Lokasi usaha yang strategis akan sangat mempengaruhi produk atau jasa yang Anda tawarkan, menentukan laku/tidaknya produk Anda. Namun menemukan lokasi strategis yang sesuai dengan budget bisa dikatakan tidak mudah.
Jenis dan sifat usaha menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi usaha. Misalnya jika usaha Anda di bidang consumer goods, pilihlah tempat yang berlokasi di jalan besar, ramai dilalui orang dan kendaraan atau yang dekat dengan pemukiman penduduk. Selain itu pertimbangkan pula akses ke lokasi usaha yang mudah dijangkau. Lokasi yang prestisius juga menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih suatu penyedia produk atau jasa. Jika Anda membuka restoran untuk kalangan atas, tentunya Anda harus memilih lokasi yang bergengsi.
Berikut ini ada beberpa tips dan beberapa hal yang Anda harus perhatikan dalam hal memilih tempat atau lokasi usaha yang strategis:
1. Mudah terlihat
Memilih tempat yang mudah terlihat akan membuat tempat usaha Anda cepat dikenal banyak orang. Jika usaha yang Anda jalankan adalah ritel, consumer goods, atau fashion, akan membutuhkan tempat yang mudah dilihat banyak orang sehingga dapat menarik konsumen serta menekan biaya promosi.
2. Akses
Arus orang dan kendaraan serta kemudahan akses menuju lokasi usaha juga harus dipertimbangkan. Dengan memilih lokasi dimana banyak orang yang berlalu lalang serta akses yang tidak rumit akan membuka peluang kunjungan konsumen.
3. Dekat dengan konsumen
Tentukan dahulu siapa yang menjadi target pasar Anda, apakah untuk umum, wanita, anak-anak, atau segmen tertentu. Membuka usaha dilokasi yang dekat dengan konsumen akan memudahkan mereka untuk.mengunjungi tempat usaha Anda, terlebih mereka bisa menghemat waktu dan biaya.
4. Sewa tempat
Adalah hal yang wajar jika lokasi yang strategis mematok harga sewa yang tinggi. Inilah yang harus Anda pertimbangkan. Sewa tempat yang mahal secara bertahap akan tertutup dengan keuntungan yang Anda peroleh setiap bulannya. Tentunya Anda harus membuat kalkulasi yang cermat sebelum memutuskan menyewa tempat tersebut.

5. Perijinan

Jangan mengabaikan masalah legalitas, baik legalitas usaha, produk yang dijual, atau legalitas tempat usaha. Mengabaikan hal ini akan mengakibatkan resiko yang besar bagi usaha Anda. Jangan sampai saat usaha Anda sudah berjalan namun harus menghadapi masalah perijinan,misalnya legalitas tempat usaha.
6.Lingkungan sekitar tempat usaha
Tempat usaha juga tidak bisa dilepaskan dari lingkungan sekitarnya yang turut mempengaruhi image usaha serta minat pelanggan untuk berkunjung.
Misalnya, jika Anda hendak membuka usaha kuliner, lebih baik jika tetangga Anda adalah usaha cafe, alat tulis, atau warnet. Jangan memaksakan membuka usaha kuliner yang berdeketan dengan bengkel, tempat cuci kendaraan, atau toko bangunan.
Terlepas dari poin-poin diatas, insting bisnis Anda juga turut berkontribusi dalam pemilihan tempat usaha. Yang perlu diingat dalam memilih lokasi adalah belum ada usaha serupa atau belum banyak pesaing dalam radius 500 meter dari tempat Anda. [Joe/Zahirblog/KPMI]
Artikel ini hasil kerjasama PengusahaMuslim.com dengan Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • <

Belajarlah Sabar dari Anak Kecil

Add Comment
Anda Pengusaha Muslim, Belajarlah Sabar dari Anak Kecil ini
Posted: 14 Feb 2017 05:59 PM PST
Fudhoil bin 'Iyadh rahimahullah bercerita;
Aku belajar kesabaran dari seorang anak kecil. Pada waktu itu aku pergi ke Masjid dan mendapati seorang wanita yang memukul anaknya didalam rumah. Dan anak itu menjerit-jerit kemudian membuka pintu rumah lalu dia lari keluar. Maka sang Ibu menutup pintunya dari dalam.
Fudhoil melanjutkan, "Tidak lama kemudian sekembalinya aku dari masjid untuk melihat keadaannya. Maka aku dapati anak tersebut setelah menangis, tidur didepan pintu rumah. Maka ibalah hati sang Ibu dan tergerak hatinya, lalu dibukakan pintu untuk anaknya itu.
Maka menangislah Al-Fudhoil sampai basah jenggotnya oleh air mata.
Dan berkatalah Al-Fudhoil: Maha Suci Allah, seandainya seorang hamba bersabar dihadapan pintu Allah 'Azza wa Jalla, pasti Allah akan membukakan pintu untuknya.
Abu Darda' semoga Allah meridhoinya, berkata:
"Bersungguh-sungguhlah engkau dalam berdoa, barang siapa yang banyak mengetuk pintu, maka akan dibukakan baginya."
(Mushannaf Ibnu Abi Syaibah : 6/22)
http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53743
Diterjemahkan oleh Abu Najmah Minanurrohman

PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Cara Menemukan Pekerjaan yang Tepat

Add Comment
Ketika Anda dihadapkan sebuah pilihan mencari kerja, Anda kadang sulit memulainya dari mana, apalagi saat posisi sedang menganggur mau buka usaha tidak punya skil dan modal. Tak luput juga apakah Anda masih memiliki pekerjaan, namun tidak betah dengan kondisi tempat kerja sekarang. Dan bekerja untuk mencari pekerjaan baru untuk merubah keadaan sekarang.
Berikut ini adalah momentum yang tepat untuk menemukan pencarian Anda:
1. Berbicara kepada teman Anda atau rekan kerja Anda.
Kesempatan kerja kebanyakan datang dari orang yang Anda kenal, maka inilah pentingnya Anda menjaga hubungan dengan relasi sepanjang waktu.
Atau tulislah daftar nama-nama orang yang Anda kenal dan memungkin memberi informasi pekerjaan.
2. Membuat daftar perusahaan-perusahaan incaran Anda.
Pikirkan jenis pekerjaan apa yang Anda cari jangan sampai list yang masuk pekerjaan yang tidak Anda sukai.
3. Berlangganan dengan situs-situs informasi kerja, bisa dengan email atau menggunakan RSS atau like halaman-halaman jejaring sosial yang update lowongan kerja.
4. Berlangganan koran dan majalah.
Orang beli koran tidak melulu baca berita, ada sebagian orang lebih suka membaca iklan-iklan yang ada. Iklan baris pada lowongan pekerjaan akan menjadi prioritas selalu memeriksa lowongan yang sesuai dengan skill Anda.
5. Mendatangi dan mencari informasi di CV perekrutan tenaga kerja. Tentu skala kepercayaan lebih baik dengan mendatangi dinas ketenaga kerjaan setempat. [Joe/KPMI]

7 Mitos Seputar Memulai Usaha

Add Comment
Posted: 02 Feb 2017 05:54 AM PST

Mitos-mitos Seputar Memulai Usaha

Oleh: Joe Minanurrohman
Tiba-tiba muncul dalam benak kita ingin memulai usaha. Darimana ide itu muncul? Jangan-jangan akibat terbakar semangat para motivator bisnis. Ehm bisa jadi sih, walaupun karena alasan lainnya.
Namun coba kita selami, kebanyakan mindset orang memulai usaha itu bermacam-macam.  Dalam benak sering terbayang enaknya jadi pengusaha bisa plesiran kemana-mana, enaknya jadi pengusaha bisa sering bareng keluarga, enaknya jadi pengusaha tinggal duduk-duduk dapat duit dan banyak hal lainnya. Yang jadi pertanyaan, benarkah mitos tersebut?
Yuk kita buat daftar mitos-mitos seputar orang yang akan terjun memulai usaha.
  1. Jadi pengusaha Lebih Mulia daripada Pegawai
Ada loh yang beranggapan seperti itu, sepertinya jadi pegawai itu kelas rendahan karena disuruh-suruh si bos. Pola pikir seperti perlu dikikis habis. Menjadi pengusaha atau pegawai memang pilihan manusia, namun Allah yang menentukan. Setiap orang mempunyai kemampuan masing-masing. Ada tipe manusia yang memang cocok jadi pekerja dan tidak cocok jadi pengusaha. Ritme dunia seperti itu, Allah menempatkan manusia sesuai dengan kadarnya masing-masing
Contoh sederhana Anda bisa lihat koloni lebah. Ada ratu lebah, ada 1 pejantan, ada lebah pekerja pencari madu, lebah pengumpul pollen dan ada lebah perawat yang bertugas merawat ratu dan anak. Mereka mempunyai  tugas masing-masing.
Sudah sepatutnya kita belajar ilmu dari lebah. Bukan karena perbedaan strata antara pekerja dan ratunya. Namun komitmen mereka menjaga amanah menempati posnya masing-masing.
Bukan berarti tidak boleh jadi pengusaha loh, Cuma mendudukkan masalah bahwa jikalaupun kita masih menjadi pekerja bukan berarti status kita hina.
  1. Setelah Resign, Buka Usaha Langsung Laris
Nah, ini yang sering membayang-bayangi kita tatkala akan memasuki dunia bisnis. Angan-angan setinggi langit dalam waktu super kilat usaha langsung sukses.
Tetapi faktanya: Tidak cukup satu bulan, dua bulan, tiga bulan… Transformasi dari karyawan menjadi pengusaha tentu saja membuat anda memulai dari nol.  Iya benar-benar dari nol..makanya benar-benar siapkan mental diawal. Dimana setiap pengusaha akan mengalami "fase jatuh bagun" yang harus dijemput selama menapaki jalan pengusaha. Di fase ini banyak pengusaha yang tidak kuat dan akhirnya menemui kebangkrutan. Mental yang kuat untuk menjadi pengusahan akan lebih ampuh bila diniatkan dengan benar.
  1. Jadi Pengusaha Punya Waktu Luang dan Bisa Santai
Merasa jenuh dengan  rutinitas kerja dari jam 08.00-17.00, lalu punya keinginan menjadi pebisnis murni agar punya waktu luang buat bersantai.
Pada kenyataannya, diawal memulainya mungkin hampir seluruh waktu kita akan tersita untuk usaha. Jangankan untuk keluarga, sampai-sampai urusan mandipun bisa terlupakan.
Tetapi kita harus bisa me-manage waktu dengan baik. Belajar me-manage waktu adalah salah satu kunci. Bekerja lebih lama bukan berarti melupakan keluarga atau saudara. Kita juga harus bisa meluangkan waktu buat mereka.
  1. Aku Punya Ide Keren, Yakin Deh Laku Keras!
Ada yang seperti itu? Kelihatannya banyak kali ya.
Faktanya, ide tidak mungkin berjalan baik tanpa pemasaran. Berapa banyak pebisnis pemula gulung tikar karena termakan ide-ide tanpa melihat kebutuhan masyarakat. Maka kenalilah kembali ide bisnismu apakah memang diminati masyakarat. Jika ide ini masih tergolong baru, lakukan riset pasar agar ide itu bisa diterima oleh masyarakat.
  1. Enaknya Jadi Pengusaha Bisa Bebas Financial
Faktanya, bukan bebas financial  tapi banyak keluar modal. Tabungan ludes dan bisa jadi makin banyak hutang. Namun nasalahnya jika dia sudah nekat hutang bank dengan bunga berlipat. Dan dia masih meraba-raba dalam kebutaan usaha. Takutnya sudah jatuh tertimpa tangga. Usaha mandeg, dikejar hutang dan kehidupannyapun tertekan.
  1. Jadi Pengusaha Harus Bergaul dengan Para Pengusaha
Kalau kita lihat dalam komunitas-komunitas tertentu, syarat untuk jadi pengusaha harus bergaul sesama pengusaha. Tujuannya agar bisa ketularan dan mendapat mentoring dalam memulai usaha.
Memang bisa jadi benar seperti itu, tapi tidak sepenuhnya benar. Faktanya dalam memulai usaha banyak kok mereka figt tanpa berkomunitas, tanpa membatasi pergaulan. Contoh kecilnya Anda lihat orang-orang yang berjualan dipinggir jalan.
  1. Jadi pengusaha harus punya tempat sendiri buat kantor
Kantor memang perlu sih, tapi ketika baru memulai usaha apakah sudah diperhitungkan modal buat menyewa kantor? Sementara harga sewa ruko di pinggir sangat mahal. Rata-rata 50 % lebih modal habis terserap ke sewa tempat beserta aksesorisnya.
Memulai usaha tidak harus punya ruko buat kantor. Sejarah membuktikan saat berdirinya google, masih ingat? Google pertama kali hanya berkantor di garasi, kini telah berkembang menjadi raksasa digital.
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Tips Mempercepat Loading WordPress Secepat Kilat (Bagian 3 – Selesai)

Add Comment
Posted: 31 Jan 2017 02:57 AM PST
Oleh Joe Minanurrohman
Alhamdulillah kita bahas lagi tips mempercepat loading wordpress bagian ke-3. Sebelumnya saya sudah menyebutkan ada 7 cara, namun perlu diingat bahwa 7 cara tersebut bersifat alternative karena tidak semuanya kita lakukan bersamaan. Mungkin website kita cukup dipasang pluging cache loadingnya udah cepat tanpa memasang Gzip. Atau hanya memilih tema yang ringan tanpa install plugin macam-macam. But, sekali lagi ini hanya alternative
  1. Rutin bersihkan database website
Seiring waktu, database website kita akan menumpuk dan memperlambat loading. Tugas kita adalah rutin membersihkan database tersebut.
Ada sebuah plugin rekomendasi untuk Anda yang bernama WP-Optimize (https://wordpress.org/plugins/wp-optimize/). Plugin ini bisa membantu kita membersihkan semua data yang tidak diperlukan semacam sampah posting, sampah komentar, spam dan  pingbacks.
  1. Menghapus media yang tidak terpakai
Sudah dijelaskan pada bagian pertama dari artikel ini, bahwa media gambar mempunyai pengaruh 62 persen dari berat sebuah halaman. Disamping itu gambar-gambar akan menyedot space hosting. Nah, kali ini tugas kita menghapus media yang tidak terpakai. Caranya buka dashboard WP-Admin,  Media -> Library -> Unattached
Lihat gambar dibawah:
menghapus gambar
  1. Disable pingback dan trackbacks
Indikator website kita diperhatikan pengunjung ketika mereka meninggalkan komentar. Namun dalam kenyataannya dalam kolum komentar hanya meninggalkan pingback dan trackback. Dan ini menjadikan database kita bengkak. Point kesepuluh ini bisa menjadi alternative ketika kita enggan menginstall plugin WP-Optimize yaitu dengan cara men-disable pingback dan trackbacks.
disable pingback
  1. Pindah ke Dedicated Server
Sudah melakukan seperti yang saya sebutkan diatas namun website tetap lemot loadingnya. Mungkin Anda menggunakan Shared Hosting. Memang sih Shared hosting memiliki keuntungan karena mudah diakses dan harga terjangkau. Namun kekurangannya pada resource yang dibagi dengan user lain dan akhirnya langsung berebut satu dengan yang lain. Sederhananya, 1 hosting dipakai ramai-ramai banyak orang.
Berbeda kalau Dedicated Server, seseorang menyewa server di data center yang ditempati sendiri tanpa berbagi dengan orang lain. Dedicated Server menjadi tanggung jawab penuh penyedia server, dan pantas saja jika harganya lumayan mahal daripada shared hosting.
Alhamdulillah, setelah saya hitung sudah ada 11 tips yang saya tulis untuk mempercepat loading wordpress. Semoga bermanfaat.
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Harta Halal Belum Tentu Berkah?

Add Comment
Harta Halal Belum Tentu Berkah?
Posted: 29 Jan 2017 06:33 PM PST
Harta Halal Belum Tentu Berkah?
Sebagian orang beranggapan dengan hartanya “yang penting halal”. Padahal halal saja belum cukup.
Oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Kata berkah [البركة] secara bahasa artinya sesuatu yang tumbuh dan bertambah atau langgeng dan abadi. (Lisan al-Arab, 10/395).
Ketika seseorang mengucapkan,
اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد
Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad,
maknanya adalah Ya Allah, kokohkanlah, langgengkanlah kebaikan dan kemuliaan untuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarganya. (Ahkam at-Tabarruk, Dr. Abdul Aziz Rais, hlm. 2)
Istilah untuk harta, bisa dipahami dua hal:
Pertama, harta yang boleh dimanfaatkan
Berdasarkan pengertian ini maka semua harta yang halal bagi muslim, adalah harta yang berkah. Meskipun harta itu habis pakai. Karena harta halal adalah keberkahan bagi mukmin, sehingga ketika mereka menikmati harta itu, tidak menjadi sumber masalah ketika di akhirat.
Allah berfirman,
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآَيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat”. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui. (QS. al-A'raf: 32)
Rizki yang halal di dunia, Allah sediakan untuk orang yang beriman. Sehingga ketika mereka menikmatinya, mereka tidak berdosa.
Kedua, harta berkah dalam arti yang bertambah dan berkembang
Inilah makna berkah yang lebih sering kita pahami. Tidak sebatas halal, namun bertambah, sehingga mencukupi kebutuhan semuanya.
Allah berjanji bagi orang yang beriman dan bertaqwa, akan dibukakan pintu keberkahan dari langit dan bumi,
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. al-A'raf: 96).
Allah berikan kepada kampung yang bertaqwa jatah rizki yang lebih. Tidak sebatas halal, tapi melimpah. Dan itulah keberkahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang bertaqwa.
Dan ini bukan sebatas halal, karena semua yang Allah turunkan di muka bumi adalah halal bagi manusia, kecuali yang dilarang. Sementara orang bertaqwa diberi lebih, sebagai balasan baik untuk mereka.
Seperti doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَبَارِكْ لَهُ فِيمَا أَعْطَيْتَهُ
Ya Allah, perbanyaklah harta dan keturunannya dan berkahilah semua yang Engkau berikan kepadanya. (HR. Bukhari 6334)
Kata Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu,
فوالله إن مالي لكثير، وإن ولدي وولد ولدي يتعاقبون على نحو المئة
Demi Allah, hartaku sangat banyak. Sementara anak dan cucu-cucuku, mencapai 100 orang. (HR. Ibnu Hibban 7177)
Ketika Zubair wafat, beliau meninggalkan warisan berupa tanah hutan. Ketika dijual, harganya naik sangat tinggi. Abdullah Zubair radhiyallahu ‘anhuma menceritakan,
وَكَانَ الزُّبَيْرُ اشْتَرَى الْغَابَةَ بِسَبْعِينَ وَمِائَةِ أَلْفٍ ، فَبَاعَهَا عَبْدُ اللَّهِ بِأَلْفِ أَلْفٍ وَسِتِّمِائَةِ أَلْفٍ
Zubair pernah membeli tanah hutan seharga 170.000, kemudian tanah itu dijual oleh putranya, Abdullah bin Zubair seharga 1.600.000 (HR. Bukhari 3129).
Hadis ini diletakkan al-Bukhari dalam kitab shahihnya di Bab, "keberkahan harta orang yang berperang."
Semua yang Halal harus Bertambah?
Berangkat dari pemahaman di atas, bahwa berkah artinya bertambah, dan harta halal adalah harta yang berkah, sebagian orang memahami, harta halal harus bertambah. Dan jika tidak bertambah, ini indikasi bahwa harta itu tidak halal.
Hingga ada sebagian orang yang melakukan usaha, diberi modal kawannya, namun ternyata usahanya gagal dan bahkan mengalami kerugian. Kesimpulan yang dia berikan, modal usahanya tidak berkah, karena berasal dari harta yang haram.
Memang dia tidak menuduh kawannya bekerja di dunia haram. Tapi setidaknya kesimpulan ini tidak lepas dari nuansa suudzan kepada pemodal.
"Harta halal adalah harta yang berkah, karena itu harus bertambah. Jika tidak bertambah, itu tanda bahwa harta itu tidak berkah."
Kesimpulan ini tidaklah benar. Karena membuat konsekuensi kebalikan dari sebuah kalimat, tidak semuanya benar.
Ada kaidah mengatakan,
لازم القول ليس بلازم
Konsekuensi dari pernyataan, tidak semuanya benar.
Harta halal, memang berkah. Berkah dalam arti, bisa dimanfaatkan tanpa ada hukuman.
Tapi bukan berarti harta halal akan terus berkembang, dan menghasilkan banyak harta. Tidak ada jaminan demikian.
Dulu ada beberapa ulama yang melakukan usaha dan mereka gagal. Bahkan diantara mereka ada yang masuk penjara, gara-gara menanggung utang yang sangat besar.
Diantaranya Muhammad bin Sirin. Seorang ulama besar tabiin, muridnya sahabat Anas bin Malik dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma. Beliau berprofesi sebagai saudagar. Akan tetapi, pada akhir hayatnya, beliau ditimpa pailit dan terlilit utang sebesar 30.000 dirham, sehingga beliau pun dipenjara. Beliau baru dapat terbebas dari penjara setelah putranya, yang bernama Abdullah, melunasi utangnya.
Tentu saja bukan modal beliau yang bermasalah. Harta beliau halal, dan beliau seorang ulama yang wara' terhadap harta.
Allahu a'lam.
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Tips Mempercepat Loading WordPress Secepat Kilat (Bagian 2)

Add Comment
Posted: 27 Jan 2017 01:51 AM PST
Kita akan lanjutkan lagi tips mempercepat loading wordpress, pada artikel sebelumnya dijelaskan ada 3 cara yaitu optimasi gambar, memasang CDN dan mendiagnosa website dengan tool pingdom.
Oleh: Joe M.
Bagi yang sudah mastah (expert dibidangnya) cara-cara yg kami sebutkan nantinya mungkin sudah tidak asing lagi. Namun, ternyata masih banyak blogger baru yang membutuhkan pencerahan terkait tips mempercepat loading wordpress. Baik, kita lanjut ya..
  1. Menyederhanakan kode CSS dan Java Script
Seiring berjalannya waktu CSS, HTML dan code lainnya bisa menyebabkan website seperti siput, lambatnya bikin pening. Yang kita butuhkan adalah menghapus kode-kode yang tidak perlu.
Namun, kalau dilakukan manual siapa sanggup? Maksudnya, kita nggak mau ribet dengan menyeleksi satu persatu tiap baris kode. Gampangnya cukup install plugin Autoptimize , cara kerja plugin ini adalah menyederhanakan script yang nggak penting di wordpress.
Namun plugin autoptimize memiliki beberapa kelemahan diantaranya memakan space hosting yang besar dan sering bentrok dengan plugin cache semacam W3 Total Cache.
  1. Pasang Plugin Cache
Jika Anda menganggap kecepatan situs sangat penting maka saya anjurkan memasang plugin cache. Beberapa pilihan yang bisa Anda pasang adalah W3 Total Cache, WP Super Cache atau WP Fastest Cache. Plugin-plugin tersebut mempunya kelebihan dan kelemahan.
Kinerja plugin chace adalah membuat halaman statis cache sementara pada pengunjung yang menyimpan data untuk proses caching. Misalnya kita baru pertama mengunjungi web pengusahamuslim.com, diawal akses terasa berat. Nah plugin ini akan menyimpan statis cache, jika kita mengakses kemudian hari, web akan terasa cepat dibuka.
  1. Mengaktifkan Gzip Compression
"Zip" pernah dengar kata inikan? Bagi yang sering menggunakan computer sudah tidak asing lagi dengan aplikasi Zip ataupun Rar. Aplikasi yang mengkompres file berukuran besar menjadi lebih kecil. Yah, Gzip mirip-mirip seperti itulah.
Gzip Compression mampu meringankan beban situs yang loadingnya lelet. Dengan mengurangi ukuran dan mengompresi file situs kita menjadi zip.
Gzip Compression tidak bisa dikerjakan di dashboard wordpress kita, namun langsung mengoprek di server. Sedikit rumit memang, karena harus mengedit .htaccess. Sebaiknya tanyakan dulu ke penyedia hosting apakah menggunakan Apache Server atau IIS.
Sebelum memasang Gzip Compression sebaiknya Anda cek dulu di checkgzipcompression.com,   untuk memeriksa apakah web server Anda sudah aktif Gzip.
Jika Anda berminat memasang Gzip compression lihat tutorialnya di: http://torquemag.io/2016/04/enable-gzip-compression-wordpress/
  1. Hapus Themes dan Plugin yang Tidak terpakai
Diawal-awal membangun website seringnya kita mencoba aneka plugin dan Themes, namun setelah mencoba dan tidak dipakai kita lupa menghapusnya.
Pernah website pribadi saya loading lama sekali. Ternyata space hosting hampir habis yang banyak memakan tempat, ada sekitar 30 plugin terinstall dan 10 themes. Akhirnya saya hapus plugin dan themes yg tidak terpakai, Alhamdulillah web berjalan normal kembali.
Untuk menghapus Themes anda tinggal pilih Dashboard > Themes > Theme (Penampilan => Tema)
Bersambung insya allah
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Tips Mempercepat Loading WordPress Secepat Kilat (Bagian 1)

Add Comment
Posted: 26 Jan 2017 01:32 AM PST

Tips Mempercepat Loading Wordpres

Abaikan judulnya  saya yakin jarang ada web ketika dibuka secepat kilat. Saya menganggapnya judul hiperbola agar Anda tertarik membaca artikel ini.
Oleh: Joe M
Ketika saya mencari informasi di Google lalu mengklik web yang kita inginkan. Tapi setelah diklik, website tersebut loading lama dan tidak kunjung bisa dibuka. Dalam hatipun tentu kecewa. Dengan segera saya menutup website tersebut, lalu mencari web lain yang mudah diakses.
Begitulah gambaran psikologi seseorang berselancar di mesin pencari. Bahwa orang lebih memilih website-website yang mudah diakses, apalagi loadingnya super cepat.
Website berbasis wordpress paling banyak dipakai oleh pengguna saat ini, baik toko online, portal berita dan blog pribadi. Nah, disini kami akan memberikan tips mempercepat loading wordpress untuk membantu website Anda agar tidak ditinggal pengunjung seperti yang saya contohkan diatas.
  1. Baik kita mulai dari pengoptimalan gambar, Anda bisa lihat gambar dibawah ini

Menurut Soasta.com , file berbentuk gambar mempunyai pengaruh 62 persen dari sebuah halaman. Sangat besar bukan?
Kita mengakui bahwa gambar yang kita upload akan mempercantik website, disamping itu akan menguatkan keterangan sebuah web.
Namun kebanyakan orang sembarangan mengunggah gambar tanpa melihat ukuran pixel-nya. Bahkan sebagian besar halaman habis menampilkan gambar. Yang perlu kita perhatikan, semakin besar gambar maka akan membutuhkan bandwidth yang banyak. Dan yang lebih fatal memperlambat loading.
Lalu apa yang harus kita lakukan?
Agar beban wordpress lebih cepat, kita harus kompres gambar tersebut.
Caranya dengan menginstal plugin WP Smush. Plugin ini bertugas mengkompres ukuran file gambar tanpa mengurangi kualitas gambar tersebut.  Atau alternative lain menginstall plugin Lazy Load, plugin ini kurang lebih sama penggunaannya untuk kompres gambar.
Jadi gambar-gambar berukuran besar akan diperkecil ukurannya melalui metadata, sehingga memperingan kinerja web. Anda patut mencobanya..
  1. Gunakan CDN
CDN kepanjangan dari Content Delivery Networks adalah semacam jaringan statis yang bisa diakses berdasarkan lokasi terdekat.
Contoh sederhanya seperti ini; Server Hosting website kita berlokasi di Surabaya, ketika ada pengunjung datang dari Amerika. Maka CDN berfungsi mengarahkan pengunjung keserver terdekat di Amerika.
CDN akan menyimpan konten statis cache di server-server terdekat, sehingga pengunjung bisa mengakses semua gambar, stylesheet, javascripts, dll
  1. Diagnosa Website
Bagaimana cara mengetahui situs kita sudah optimal?
Pakai saja tool gratis bernama pindom (tools.pingdom.com), Anda tinggal memasukkan nama web dan klik. Tool speed test ini akan bekerja menganalisa peformasa situs Anda. Jika website Anda masalah, tool akan memberitahu apa saja yg perlu benahi.
Walau sederhana, tool ini terbilang komplit. Ada indikator nilai yang bisa kita lihat seberapa situs kita. Anda cukup lihat di menu "Load Time" untuk mengetahui kecepatan waktu yang dibutuhkan mengakses website. Semakin kecil angkanya, semakin cepat.

Bersambung insya allah…
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Guruku, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Add Comment
Posted: 24 Jan 2017 11:41 PM PST

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Saya awali cerita dulu ya,
Kejadian sekitar tahun 2004. Ketika itu saya naik bis, jurusan Ngawi – Bojonegoro. Di depan saya ada beberapa lelaki berbadan atletis. Seingat saya sekitar 3 orang. Anehnya, ketika kondektur menarik karcis, ketiga orang ini gak ada yang bayar. Kondektur hanya bisa main kerlingan mata dengan kawannya. Saya merasa penasaran, saya perhatikan siapa 3 orang ini. Ternyata mereka anggota TNI.
Dia mendapat fasilitas duduk, padahal ada penumpang lain yang bayar, hanya berdiri. Saya anggap, ini oknum.
Di bus, Jogja – Surabaya, saya sering melihat pengumuman, anggota TNI/Polri tetap wajib bayar dan mendapat diskon 30% jika memakai seragam dinas…
Saya tidak tahu, apa alasan pemilik PO menempelkan stiker pengumuman semacam ini…
Waktu di bandara, anggota bisa masuk hanya untuk menjemput kawannya, sampai ke tempat akhir penumpang turun, sekalipun dia tidak sedang bertugas mengamankan bandara.
Di beberapa tempat layanan umum, mereka didahulukan, sementara masyarakat lainnya harus tetap mengantri…
Subhanallah… saya berfikir, apa jasa mereka bagi masyarakat, sehingga mereka begitu dihormati dan dihargai.
Kalaupun mereka memberikan layanan ke masyarakat, itu bagian dari tuntutan profesi mereka sebagai anggota. Dan mereka digaji negara dengan profesi itu…
Sisi lain dari kehidupan…
Sekitar setahun yang lalu, saya mendengar kabar guru TPA saya dikeluarkan dari tempat dia mengajar… Orangnya sudah cukup berumur, usia beliau kurang lebih 50 th.
Dulu waktu usia TK hingga SD kelas 2, saya ngaji di musolah dekat rumah. Kami pake turutan. Metode belajar al-Quran klasik yang tidak mengajarkan teori panjang pendek bacaan. Singkat cerita, hingga juz Amma, bacaan al-Quran saya blepotan… gak tahu panjang, gak tahu pendek…
Hingga dibukalah program TPA di kampung saya. Saya ikut dan ketika itu, saya kelas 3 MI (SD). Di situlah saya belajar dg panduan Iqra'. Saya mengenal panjang-pendeknya bacaan, latihan mengucapkan makhraj huruf, dan hukum-hukum tajwid  yang lain. Di sinilah, saya mulai belajar membaca al-Quran dengan benar…
Saya sangat yakin, waktu itu guru-guru saya mengajar dengan bayaran seikhlasnya. Karena SPP bulanan saya pada itu hanya sekitar Rp 300;. Diantara mereka ada yang petani, penjahit, tukang becak. Saya layak merasa sedih ketika ada diantara mereka yang harus dikeluarkan dari lembaga pendidikan itu. Terlepas dari semua latar belakangnya…
Subhanallah… mereka yang berjasa, namun tidak pernah mendapat penghargaan dari siapapun…
Guru TPA, guru TK, guru SD, mengajarkan  putra-putri kita bagaimana menjadi manusia yang beradab, tapi di masyarakat, mereka dianggap manusia sampingan…
Intinya, di negara kita ada 2 manusia ekstrim…
Mereka yang dihormati, namun tanpa jasa…
Mereka yang berjasa, namun tanpa penghormatan…
Berbahagialah anda wahai para guru…,
Para pahlawanku tanpa tanda jasa…
Anda tidak pernah muncul di TV…  Rodja maupun yufid, apalagi wesal…
Jasa anda tidak direkam media…
Barangkali anda salah satu ahli surga yang doanya mustajab…
Dari Haritsah bin Wahb al-Khuza'i radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُتَكَبِّرٍ
Aku sampaikan kepada kalian tentang penduduk surga, merekalah orang lemah, dianggap lemah, andai mereka bersumpah atas nama Allah untuk menyabut sesuatu, tentu Allah akan mengabulkannya.
Dan aku sampaikan kepada kalian penduduk neraka. Merekalah orang yang keras, rakus, dan sombong. (HR. Bukhari 4918, Turmudzi 2809 dan yang lainnya)
Dalam hadis lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ
Betapa banyak orang yang penampilannya acak-acakan, ditolak setiap kali minta izin, tapi jika orang ini bersumpah atas nama Allah untuk menyebut sesuatu, Allah akan mengabulkannya. (HR. Muslim 6848)
Mereka tidak diperhatikan penduduk bumi… tapi mereka dibela penghuni langit…
Kita berutang jasa kepada mereka…
Allahu a'lam.
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Menjual Barang dengan Harga Seikhlasnya

Add Comment
Posted: 23 Jan 2017 07:13 PM PST

Harga Seikhlasnya?

Stadz mau tanya, ada kasus orang menjual barang, tapi dia tidak memberikan harga pastinya. Dia hanya bilang harga seikhlasnya.
Kalo menurut ana, hal ini adalah ghoror karena ketidakjelasan harga barang. Apakah pendapat ana ini benar stadz?
Jawab:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Diantara syarat jual beli adalah adanya kejelasan dalam harga objek yang dijual. Karena jika harga tidak jelas, termasuk dalam kategori jual beli gharar.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan,
نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang jual beli gharar." (HR. Muslim 3881, Nasai 4535, dan yang lainnya).
Dan pengertian gharar sebagaimana yang dinyatakan Syaikhul Islam,
الغرر هو المجهول العاقبة
"Gharar adalah Jual beli yang tidak jelas konsekuensinya." (al-Qawaid an-Nuraniyah, hlm. 116)
Dan inti dari gharar adalah adanya jahalah (ketidak jelasan), baik pada barang maupun harga barang.
Disamping melanggar hadis tentang gharar, menjual barang dengan harga tidak jelas juga melanggar hadis larangan menjual barang dengan 2 harga.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعَتَيْنِ فِي بَيْعَةٍ
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  melarang dua jual beli dalam satu jual beli." (HR. Ahmad 9834, Nasai 4649, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
Mengenai makna hadis di atas, Turmudzi menuliskan,
وقد فسر بعض أهل العلم قالوا بيعتين فى بيعة. أن يقول أبيعك هذا الثوب بنقد بعشرة وبنسيئة بعشرين ولا يفارقه على أحد البيعين فإذا فارقه على أحدهما فلا بأس إذا كانت العقدة على واحد منهما
Sebagian ulama menafsirkan, bahwa dua transaksi dalam satu akad, bentuknya, penjual menawarkan: "Baju ini aku jual ke anda, tunai 10 dirham, dan jika kredit 20 dirham. Sementara ketika mereka berpisah, belum menentukan harga mana yang dipilih. Jika mereka berpisah dan telah menentukan salah satu harga yang ditawarkan, dibolehkan, jika disepakati pada salah satu harga. (Jami' at-Turmudzi, 5/137).
Dan alasan dari larangan ini adalah harganya tidak jelas.
Karena itulah, para ulama menegaskan, jual beli dengan harga tidak jelas, termasuk transaksi yang terlarang, dan statusnya batal.
Ad-Dasuqi dalam Hasyiyahnya – fiqh Maliki – mengatakan,
لا بد من كون الثمن والمثمن معلومين للبائع والمشتري وإلا فسد البيع
Harga dan barang harus jelas, diketahui penjual dan pembeli. Jika tidak maka transaksinya batal. (Hasyiyah ad-Dasuqi, 3/15).
Ibnu Abidin – ulama Hanafi – mengatakan,
وشرط لصحته معرفة قدر مبيع وثمن
Syarat sahnya jual beli adalah diketahuinya ukuran barang dan harga barang. (Hasyiyah Ibnu Abidin, 4/529).
Ibnu Utsaimin mengatakan,
جهالة الثمن تؤدي إلى بطلان البيع ؛ لأن من شروط البيع العلم بالثمن
Ketidak jelasan harga menyebabkan batalnya transaksi jual beli. Karena bagian dari syarat jual beli adalah diketahuinya harga. (as-Syarh al-Mumthi', 8/233)
Alasan ketidak jelasan harga ini dilarang adalah karena bisa memicu sengketa.
Ada kaidah mengatakan,
الجهالة إنما تفيد الفساد إذا كانت مفضية إلى النزاع المشكل
Jahalah (ketidak jelasan) yang menyebabkan jual belinya batal adalah jahalah yang menyebabkan terjadinya sengketa.
Menjual Barang dengan Harga Seikhlasnya
Menjual barang dengan harga seikhlasnya di tempat kita, ada 2 keadaan,
Pertama, baru sebatas tawaran dari penjual
Artinya, penjual membuka kesempatan bagi pembeli untuk menawar dengan harga seikhlasnya.
Karena itulah, ketika pembeli menyampaikan harga tertentu, penjual belum tentu ridha. Sehingga terkadang masih terjadi tarik ulur, tawar menawar.
Misalnnya, Mukidi menawarkan iPhone 6 bekas miliknya.
Mukidi, "Mengenai harga terserah kamu Jo… seikhlasnya."
Paijo, "Kalo 3jt mau gak?"
Mukidi, "Tambah dikit lah…"
Dialog ini meunjukkan bahwa harga seikhlasnya yang ditawarkan mukidi belum final. Karena itu, masih ada tawar menawar.
Transaksi ini dibolehkan, karena hakekatnya harganya jelas, yaitu harga yang disepakati kedua pihak.
Kedua, harga seikhlasnya pembeli dan tidak ada pilihan lain
Harga itu putus. Sehingga ketika Paijo membayar berapapun, tidak lagi terjadi kesepakatan.
Bisa jadi harganya terlalu mahal, atau terlalu murah. Sehingga bisa menimbulkan sengketa di belakang.
Transaksi ini yang menyebabkan jual belinya menjadi tidak sah. Karena bisa memicu sengketa.
Allahu a'lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Perlukah Business Owner Selalu Berada Di Kantor?

Add Comment
Posted: 22 Jan 2017 11:04 PM PST

Perlukah Business Owner Selalu Berada Di Kantor?

Merintis sebuah usaha membutuhkan kerja keras, keuletan, serta disiplin yang tinggi. Di awal merintis usaha, seseorang dituntut untuk bisa mengerjakan banyak hal, seperti mencari supplier, mengelola order, mengirim barang, menangani keluhan, menjadi marketing, hingga mengurusi masalah administrasi keuangan. Berbagai tugas yang dilakukan inilah yang menjadikan owner semakin kaya akan pengalaman dan wawasan baru. Dia akan belajar dari berbagai kesalahannya dan pada akhirnya menemukan formula yang tepat untuk kelangsungan usahanya.
Menangani seluruh aktivitas usaha seorang diri atau menjadi single fighter bisa saja dilakukan saat bisnis baru berjalan. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan usaha Anda semakin berkembang, maka Anda akan semakin kesulitan jika harus menanganinya sendiri. Anda mulai membutuhkan karyawan yang dapat menjalankan berbagai tugas yang selama ini Anda kerjakan sendiri.
Posisi Anda sebagai business owner memberikan Anda keleluasaan dalam mengelola waktu. Tapi bukan berarti Anda berleha-leha. Andalah yang bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan usaha. Sebagai business owner Anda memiliki tugas untuk mengembangangkan usaha dan menemukan peluang atau terobosan baru. Tidak menutup kemungkinan untuk hal tersebut Anda harus sering mobile dan meninggalkan kantor Anda. Namun demikian jamak ditemui owner yang enggan meninggalkan kantornya, alasan yang sering diberikan adalah tidak ada orang yang mengawasi kinerja karyawannya, khawatir jika ditinggal pergi karyawan akan bekerja seenaknya, atau tidak ada yang dapat mengambil keputusan jika bos tidak ada. Alasan tersebut wajar, meskipun tidak sepenuhnya tepat. Hal yang lumrah jika business owner memiliki kecemasan tersebut, karena untuk merintisnya dia harus bekerja keras, dan tidak ingin usahanya terlepas dari pengawasannya. Jangan hanya karena Anda sebagai pemilik, bukan berarti semua pekerjaan Anda kerjakan sendiri. Anda harus mendelegasikan tugas-tugas Anda sebelumnya kepada karyawan. Dengan mendelegasikan tugas kepada karyawan, maka Anda dapat fokus pada pengembangan usaha, seperti melakukan terobosan baru atau memperluas area pemasaran.
Berikut ini ada beberapa trik yang dapat Anda lakukan untuk memantau kinerja karyawan Anda pada saat Anda tidak ada di tempat :
  • Membuat sistem pelaporan yang rutin, seperti membuat laporan harian, mingguan, atau bulanan sehingga Anda dapat memantau kinerja karyawan. Akan lebih baik jika menerapkan sistem online sehingga Anda dapat memantaunya tanpa hambatan ruang dan waktu.
  • Menentukan jadwal pertemuan rutin untuk berinteraksi, brainstorming, atau membahas masalah yang dihadapi karyawan di setiap divisi.
  • Melakukan inspeksi mendadak untuk melihat secara langsung performa karyawan.
  • Membangun sikap percaya kepada karyawan Anda dan menerima ide atau masukan yang disampaikan untuk kemajuan usaha.
  • Memberikan reward kepada karyawan yang berprestasi akan menunjukkan bahwa Anda benar-benar menghargai kerja kerasnya sehingga dapat memotivasi karyawan lain untuk melakukan hal serupa.
Karyawan memiliki kontribusi yang besar dalam mengembangkan bisnis yang Anda kerjakan. Tanpa bantuan mereka bisnis Anda akan berjalan stagnan. Melakukan koordinasi dan komunikasi dua arah antara owner dan karyawan sangat vital untuk dapat mencapai goal yang ditetapkan. [Zahir/PM]
Artikel ini hasil kerjasama PengusahaMuslim.com dengan Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK

Manajemen Syirkah AAOIFI

Add Comment
Posted: 19 Jan 2017 11:24 PM PST

Manajemen Syirkah AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial)Institutions

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,
Berikut beberapa manajemen syirkah yang disebutkan dalam al-Ma'ayir as-Syar'iyah – juknis perbankan yang diterbitkan AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions)
  1. Pada dasarnya setiap anggota syirkah berhak hak mengelola syirkah untuk menjual, membeli, membayar dengan kontan atau tempo, menerima barang, menyerahkan barang, menitipkan, menggadaikan, mengambil jaminan, menuntut hutang dan menetapkannya, menggugat, memperkarakan di pengadilan, membatalkan akad dan menolak cacat barang, menyewa,
  2. mengalihkan hutang, berhutang, dan setiap hal yang mendatangkan mashlahat bisnis yang biasa dilakukan. Anggota syirkah tidak berhak mengelola sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat bagi syirkah atau bahkan mendatangkan mudharat, seperti : hibah atau memberikan piutang –kecuali bila ada izin dari anggota syirkah yang lain-, atau dalam jumlah uang yang sedikit dan tempo yang singkat menurut kebiasaan.
  3. Boleh -menurut kesepakatan para anggota- menyerahkan manajemen syirkah kepada sebagian anggota –satu atau lebih-, dan anggota yang lain harus mengikuti apa yang telah mereka sepakati yaitu tidak ada yang boleh ikut mengelola kecuali anggota yang sudah ditunjuk.
  4. Boleh mengangkat direktur syirkah selain dari anggota syirkah dengan upah yang ditentukan, dan dimasukkan ke dalam biaya pengelolaan syirkah. Boleh juga memberikan nisbah dari keuntungan syirkah yang didapat sebagai bonus agar ia termotivasi. Adapun jika direktur tersebut meminta gaji dalam bentuk nisbah dari keuntungan maka statusnya adalah sebagai mudharib dan mendapatkan persentase dari keuntungan -jika ada-. Akan tetapi, pada waktu yang sama ia tidak berhak menerima gaji lagi atas pekerjaannya.
  5. Dalam akad syirkah tidak boleh membuat ketentuan bahwa anggota syirkah yang dibantukan untuk mengelola manajemen syirkah atau sebagai bendahara mendapat gaji dalam jumlah tertentu, akan tetapi upahnya diambilkan dari laba bersih syirkah dengan menambah persentase laba yang menjadi haknya.
  6. Tenaga luar yang diperbantukan untuk mengelola -seperti yang disebutkan dalam pasal boleh menerima gaji dalam jumlah uang yang ditentukan. Dan dia dapat dinonaktifkan dari jabatannya dalam manajemen syirkah tanpa harus mengubah akad syirkah.
PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.
Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.
  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328
  • DONASI hubungi: 087 882 888 727
  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK